Beranda / Proposal

RFP – Rekrutmen Event Organizer (EO) Media Engagement, Forum Pembelajaran, Mini Expo, dan Penutupan Program Adaptation Fund Pekalongan

JudulRekrutmen Event Organizer (Eo) Media Engagement, Forum Pembelajaran, Mini Expo, dan Penutupan Program Adaptation Fund Pekalongan
ProyekAdaptation Fund – The “Safekeeping-Surviving-Sustaining towards Resilience: 3S Approach to Build Coastal City Resilience to Climate Change Impacts and Natural Disasters in Pekalongan City, Central Java Province”
Jenis pengadaanJasa konsultansi profesional
Batas Akhir Penyampaian Proposal:17 Oktober 2026 Jam 15:00 WIB
LokasiSemarang dan Kota Pekalongan
Pagu indikatifMaksimal Rp 650.000.000 (Gross)
Dokumen acuan teknisToR Rekrutmen terlampir/tersedia pada tautan pengumuman

Latar Belakang

Kota Pekalongan menghadapi tantangan perubahan iklim pesisir, termasuk banjir rob, abrasi, dan degradasi lingkungan. Melalui Program Adaptation Fund Pekalongan, KEMITRAAN mendukung penguatan ketahanan kota melalui perlindungan pesisir, peningkatan kapasitas pemerintah dan masyarakat, serta pengembangan penghidupan yang adaptif terhadap perubahan iklim.

Pada periode akhir program, KEMITRAAN akan menyelenggarakan forum pembelajaran, pameran, pendalaman media, kunjungan lapangan, dan penutupan program untuk membagikan hasil, praktik baik, tantangan, serta pembelajaran yang dapat mendukung keberlanjutan upaya adaptasi iklim.

Lingkup Pekerjaan Meliputi:

  • Pengelolaan teknis forum pembelajaran dan penutupan program.
  • Perancangan dan produksi mini expo/pameran pembelajaran.
  • Manajemen peserta, venue, akomodasi, konsumsi, dan transportasi.
  • Produksi material kegiatan dan merchandise.
  • Dukungan teknis media engagement dan kunjungan lapangan.
  • Dokumentasi foto dan video serta penyusunan laporan akhir.

Kualifikasi Utama:

  • Perusahaan berbadan hukum PT/CV dengan legalitas yang sah.
  • Pengalaman menangani minimal tiga kegiatan berskala nasional dan/atau regional.
  • Memiliki pengalaman dalam pengelolaan event multipihak dan produksi pameran.
  • Memiliki tim profesional, kapasitas logistik, serta kemampuan memenuhi jadwal pelaksanaan yang ketat.

Dokumen yang harus disampaikan: mengisi Vendor Kuisioner (Terlampir), Proposal teknis, portofolio pengalaman relevan, profil dan legalitas perusahaan, rencana kerja, komposisi tim, serta Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang terperinci.

Email pengiriman proposal:
Subject: EO AF PEKALONGAN Email: procurement@kemitraan.or.id
Batas akhir pengiriman: 17 Oktober 2026 Jam 15:00 WIB
Informasi dan klarifikasi: procurement@kemitraan.or.id Sampai dengan 15 Oktober 2026, jam 15:00 WIB

Dokumen ToR lengkap dapat diakses melalui tombol di bawah.

Kami menantikan proposal dari EO yang kompeten, kreatif, dan mampu menghadirkan penyelenggaraan kegiatan yang profesional.

Ketentuan Lain

  • Proses Pengadaan dilaksanakan secara terbuka, transparan, dan akuntabel;
  • KEMITRAAN berhak menerima atau menolak seluruh atau sebagian penawaran tanpa kewajiban memberikan alasan;
  • Seluruh biaya yang timbul dalam proses pengadaan menjadi tanggung jawab peserta.

2020

Perjanjian ini ditandatangani antara Green Climate Fund (GCF) dan KEMITRAAN. Perjanjian ini meresmikan akuntabilitas KEMITRAAN dalam melaksanakan proyek-proyek yang disetujui oleh GCF.

 

Untuk diketahui, GCF adalah dana khusus terbesar di dunia yang membantu negara-negara berkembang untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan meningkatkan kemampuan mereka dalam merespons perubahan iklim.

 

Dana ini dihimpun oleh Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) pada tahun 2010. GCF memiliki peran penting dalam mewujudkan Perjanjian Paris, yakni mendukung tujuan untuk menjaga kenaikan suhu global rata-rata di bawah 2 derajat celsius.

2000-2003

KEMITRAAN memainkan peran krusial dalam mendukung pengembangan undang-undang untuk membentuk KPK. Hal ini diikuti dengan langkah mendukung Pemerintah dan DPR dalam memilih calon komisioner yang kompeten dan juga mendukung kelompok masyarakat sipil untuk mengawasi secara kritis proses seleksinya. Setelah komisioner ditunjuk, mereka meminta KEMITRAAN untuk membantu mendesain kelembagaan dan rekrutmen awal KPK, serta memainkan peran sebagai koordinator donor. Sangat jelas bahwa KEMITRAAN memainkan peran kunci dalam mendukung KPK untuk mengembangkan kapasitas dan strategi yang diperlukan agar dapat bekerja seefektif mungkin.

2016

Pada bulan Maret 2016, KEMITRAAN menerima akreditasi internasional dari Adaptation Fund. Dewan Adaptation Fund, dalam pertemuannya yang ke-27, memutuskan untuk mengakreditasi KEMITRAAN sebagai National Implementing Entity (NIE) dari Adaptation Fund. KEMITRAAN menjadi lembaga pertama dan satu-satunya lembaga Indonesia yang terakreditasi sebagai NIE Adaptation Fund di Indonesia.

2003

Pada tahun 2003, KEMITRAAN menjadi badan hukum yang independen yang terdaftar sebagai Persekutuan Perdata Nirlaba. Pada saat itu, KEMITRAAN masih menjadi program yang dikelola oleh UNDP hingga akhir tahun 2009. Sejak awal tahun 2010, KEMITRAAN mengambil alih tanggung jawab dan akuntabilitas penuh atas program-program dan perkembangannya.

1999-2000

Kemitraan bagi Pembaruan Tata Kelola Pemerintahan, atau KEMITRAAN, didirikan pada tahun 2000 setelah berlangsungnya pemilihan umum pertama di Indonesia yang bebas dan adil pada tahun 1999. Pemilu bersejarah ini merupakan langkah penting dalam upaya Indonesia keluar dari masa lalu yang otoriter menuju masa depan yang demokratis. KEMITRAAN didirikan dari dana perwalian multi-donor dan dikelola oleh United Nations Development Programme (UNDP) dengan mandat untuk memajukan reformasi tata kelola pemerintahan di Indonesia.

1999-2000

Kemitraan bagi Pembaruan Tata Kelola Pemerintahan, atau KEMITRAAN, didirikan pada tahun 2000 setelah berlangsungnya pemilihan umum pertama di Indonesia yang bebas dan adil pada tahun 1999. Pemilu bersejarah ini merupakan langkah penting dalam upaya Indonesia keluar dari masa lalu yang otoriter menuju masa depan yang demokratis. KEMITRAAN didirikan dari dana perwalian multi-donor dan dikelola oleh United Nations Development Programme (UNDP) dengan mandat untuk memajukan reformasi tata kelola pemerintahan di Indonesia.

2020

Perjanjian ini ditandatangani antara Green Climate Fund (GCF) dan KEMITRAAN. Perjanjian ini meresmikan akuntabilitas KEMITRAAN dalam melaksanakan proyek-proyek yang disetujui oleh GCF.

Untuk diketahui, GCF adalah dana khusus terbesar di dunia yang membantu negara-negara berkembang untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan meningkatkan kemampuan mereka dalam merespons perubahan iklim.

Dana ini dihimpun oleh Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) pada tahun 2010. GCF memiliki peran penting dalam mewujudkan Perjanjian Paris, yakni mendukung tujuan untuk menjaga kenaikan suhu global rata-rata di bawah 2 derajat celsius.