Aksi iklim yang berkelanjutan tidak hanya bergantung pada upaya menjaga hutan, tetapi juga pada bagaimana melibatkan menghormati hak-hak masyarakat, serta memperkuat kapasitas para pihak. Inilah bagian dari upaya yang dilakukan oleh Program RBP GCF REDD+ Sulawesi Tengah yang terekam dalam edisi Juli hingga September 2026.
Tata kelola yang inklusif menjadi fondasi penting agar program iklim dapat berjalan efektif, adil, dan mendapat dukungan dari masyarakat. Pada implementasinya, penguatan implementasi PADIATAPA dan GEDSI dalam pengelolaan dan perlindungan hutan juga dilakukan untuk memastikan keterlibatan kelompok rentan dalam setiap proses pembangunan.
Meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan mengingatkan kita bahwa ketangguhan menghadapi perubahan iklim harus terus diperkuat. Peningkatan kapasitas Brigade Pengendalian Karhutla dan Masyarakat Peduli Api sebagai ujung tombak penjaga hutan dan lahan dilakukan untuk membangun kesiapsiagaan, pencegahan, dan respons cepat dalam melindungi ekosistem Sulawesi Tengah.
Pada sisi lain, upaya menjaga hutan juga perlu menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Penguatan kepada kelompok perhutanan sosial dan kelompok tani hutan dilakukan untuk memperlihatkan bahwa kesejahteraan masyarakat dapat tumbuh sejalan dengan pengelolaan hutan yang lestari. Ketika nilai ekonomi hasil hutan meningkat, masyarakat semakin memiliki alasan kuat untuk menjaga sumber daya alam yang menjadi penopang kehidupannya.
Edisi ini turut menghadirkan kisah Sepriani Jome, penyuluh kehutanan yang membuktikan bahwa perubahan sering dimulai dari kerja-kerja pendampingan yang konsisten. Dedikasinya telah membuktikan bahwa keberhasilan program pada akhirnya ditentukan oleh kolaborasi antara pemerintah, pendamping, dan masyarakat di tingkat tapak.
Berbagai cerita dalam newsletter ini menunjukkan bahwa keberhasilan aksi iklim dibangun melalui kolaborasi, partisipasi, dan penguatan kapasitas yang terus dilakukan. Ketika masyarakat menjadi bagian dari solusi, hutan yang lestari dan kesejahteraan yang berkelanjutan bukan lagi utopia, melainkan realita yang dapat diwujudkan bersama.