Team Leader EnABLE

LokasiSamarinda, Kalimantan Timur
DurasiHingga Juni 2027, sesuai dengan sistem kontrak yang berlaku di KEMITRAAN
Melapor kepadaProgram Manager, Environment and Sustainable Governance (ESG)
Periode lamaran10 hari sejak tanggal penayangan

Tentang Posisi

KEMITRAAN membuka kesempatan bagi kandidat yang berkualifikasi untuk mengisi posisi Team Leader EnABLE yang akan memimpin dan mengoordinasikan pelaksanaan Indonesia EnABLE Phase-II Project di tingkat subnasional dan masyarakat.

Proyek yang didanai oleh World Bank melalui EnABLE Multi-Donor Trust Fund ini bertujuan meningkatkan inklusi kelompok marginal dan kurang beruntung dalam East Kalimantan Emission Reduction Program (ERP), khususnya masyarakat adat dan perempuan, melalui peningkatan kesadaran serta akses terhadap manfaat karbon dan non-karbon.

Proyek ini akan memberikan manfaat bagi kelompok marginal di sekitar 95 desa yang tersebar di Kabupaten Paser, Kutai Barat, Kutai Kartanegara, dan Mahakam Ulu, Kalimantan Timur. Proyek ini juga bertujuan memperkuat kapasitas pemerintah, organisasi lokal, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mendukung pelaksanaan ERP yang lebih inklusif.

KEMITRAAN merupakan Implementing Agency yang ditunjuk untuk EnABLE Phase-II dan bertanggung jawab mengelola serta melaksanakan proyek sepanjang siklus proyek.

Tanggung Jawab Utama

Team Leader akan memimpin dan mengelola tim proyek serta mengawasi pelaksanaan proyek secara keseluruhan, yang mencakup:

Manajemen Proyek

  • Memimpin dan mengelola keseluruhan siklus proyek sesuai dengan logframe dan anggaran yang telah disetujui.
  • Memastikan kepatuhan terhadap dokumen proyek, persyaratan donor, serta pedoman KEMITRAAN, termasuk World Bank Environmental and Social Framework (ESF).
  • Menyusun rencana awal proyek, rencana pelaksanaan rutin, laporan kemajuan, dan keluaran proyek.
  • Menetapkan dan menerapkan sistem monitoring dan evaluasi proyek.
  • Mengoordinasikan bantuan teknis dan dukungan bagi staf proyek serta pihak terkait.
  • Memastikan penyampaian laporan kemajuan proyek dan keluaran utama secara tepat waktu.
  • Mengidentifikasi dan mendukung peluang inovasi untuk meningkatkan jangkauan proyek.

Manajemen Keuangan, Anggaran, dan Aset

  • Memastikan kepatuhan terhadap prosedur manajemen keuangan dan sistem pemantauan pengeluaran KEMITRAAN.
  • Meninjau laporan pengeluaran proyek bulanan untuk memastikan akurasi dan kesesuaiannya.
  • Memantau pengeluaran proyek terhadap anggaran yang telah disetujui serta meninjau proyeksi pengeluaran.
  • Berkoordinasi dengan unit terkait untuk memastikan pengelolaan aset proyek yang tepat.

Manajemen Kontrak

  • Memastikan kewajiban kontraktual kepada donor dipahami dan dipatuhi oleh staf proyek terkait.
  • Memastikan seluruh keluaran dan laporan yang telah disepakati disampaikan secara tepat waktu dan berkualitas.
  • Memastikan tujuan, keluaran, target, dan anggaran proyek yang telah disetujui dapat tercapai.
  • Melaporkan hal-hal yang mendesak dan serius kepada manajemen terkait.
  • Memastikan pengelolaan fasilitas, aset, personel, dan peralatan proyek secara efektif dan sesuai peruntukannya.

Manajemen Personel

  • Menyusun dan memperbarui uraian tugas bagi staf proyek terkait.
  • Memastikan kepatuhan proyek terhadap Labour Management Plan (LMP).
  • Mendukung pengembangan kapasitas staf serta mendorong peningkatan tanggung jawab dan partisipasi staf, khususnya perempuan.
  • Memastikan staf terlibat dalam penyusunan rencana kerja mingguan dan bulanan.
  • Memastikan keselamatan dan keamanan seluruh pekerja proyek.
  • Mendukung pelaksanaan pelatihan tahunan dan pelatihan penyegaran yang relevan.

Keterlibatan Pemangku Kepentingan

  • Membangun dan menjaga hubungan kerja yang positif dengan berbagai institusi yang terlibat dalam proyek.
  • Berkoordinasi dengan World Bank Task Team, lembaga pemerintah, mitra strategis, dan pemangku kepentingan lainnya di tingkat nasional, subnasional, dan lokal.
  • Memastikan kepatuhan terhadap Stakeholder Engagement Plan (SEP).
  • Mengelola pertemuan koordinasi rutin dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait.
  • Memperkuat hubungan dengan lembaga lain yang bekerja di wilayah geografis yang sama.
  • Mendukung pemenuhan kebutuhan pelaporan naratif dan keuangan serta diseminasi pengetahuan.

Tim yang Disupervisi

Team Leader akan mensupervisi:

  • 2 Project Officers
  • 1 Finance Manager
  • 3 Field Supervisors
  • 4 Admin and Finance Assistants
  • 1 MEL Specialist
  • National Technical Experts

Posisi ini akan bekerja sama secara erat dengan Program Director KEMITRAAN, Finance and Operation Director, Program Manager ESG, Finance & Grants Manager, tim MEL, Knowledge Management and Learning Unit, Project Management Unit East Kalimantan Forest Carbon Partnership Facility (EK-FCPF), serta World Bank Task Team for EnABLE Indonesia.

Kualifikasi

Pendidikan

  • Gelar Sarjana atau Magister di bidang social risk, lingkungan dan/atau pengelolaan sumber daya alam, ilmu sosial, kebijakan lingkungan, atau bidang relevan lainnya.

Pengalaman Profesional

  • Minimal 8 tahun pengalaman profesional di bidang pengelolaan lingkungan dan sumber daya alam, termasuk pengalaman dalam program pengurangan emisi, mitigasi perubahan iklim, kehutanan, dan pembangunan berbasis masyarakat.
  • Minimal 5 tahun pengalaman dalam manajemen proyek pada tingkat menengah hingga senior.
  • Pengetahuan mengenai peraturan perundang-undangan, kebijakan, dan standar di Indonesia terkait lingkungan, pengelolaan sumber daya alam, dan perubahan iklim merupakan nilai tambah.
  • Memiliki pengalaman bekerja di organisasi internasional, khususnya di bidang pengelolaan hutan, REDD+, perubahan iklim, dan isu terkait.
  • Memiliki jaringan yang luas dan hubungan kerja yang baik dengan mitra pemerintah di tingkat nasional dan subnasional, khususnya di Kalimantan Timur, lebih diutamakan.
  • Pengetahuan mengenai kondisi sosial dan lingkungan di wilayah proyek menjadi nilai tambah.

Kompetensi

Kandidat yang berhasil diharapkan memiliki:

  • Integritas dan komitmen terhadap nilai-nilai serta standar etika KEMITRAAN.
  • Fleksibilitas dan kemampuan bekerja dalam berbagai konteks budaya.
  • Sensitivitas terhadap aspek budaya dan gender.
  • Kemampuan perencanaan, organisasi, dan manajemen waktu yang kuat.
  • Kemampuan bekerja di bawah tekanan dan memenuhi tenggat waktu yang menantang.
  • Kemampuan komputer yang baik, khususnya dalam penggunaan perangkat lunak pengolah kata dan presentasi.
  • Kemampuan analitis dan pemecahan masalah yang kuat.
  • Kemampuan kepemimpinan dan pengambilan keputusan yang baik.
  • Kemampuan interpersonal dan keterampilan membangun hubungan dengan pemangku kepentingan yang sangat baik.
  • Kemampuan membangun hubungan kerja yang kuat dengan pejabat pemerintah senior dan mitra pembangunan.
  • Kemampuan beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan dan tetap tenang dalam situasi di bawah tekanan.
  • Kemampuan berbahasa Inggris secara lisan dan tulisan.

Dampak Posisi

Pelaksanaan tugas yang efektif diharapkan berkontribusi terhadap:

  • Pelaksanaan proyek yang lebih berhasil dan akuntabel.
  • Komunikasi dan fasilitasi yang efektif dengan para pemangku kepentingan utama.
  • Penguatan kepercayaan dan kolaborasi antara KEMITRAAN, lembaga pemerintah, mitra pembangunan, dan pemangku kepentingan lainnya.
  • Terbukanya peluang untuk mengembangkan program tata kelola jangka panjang melalui kerja sama antara KEMITRAAN, lembaga pemerintah terkait, dan World Bank.

Cara Melamar

Kandidat yang berminat diundang untuk menyampaikan lamaran melalui link berikut https://haris.kemitraan.or.id/job-vacancy.

Pastikan lamaran yang disampaikan menunjukkan kualifikasi dan pengalaman profesional yang relevan sesuai dengan persyaratan yang tercantum dalam Terms of Reference ini.

Lowongan ini akan dibuka selama 10 hari sejak tanggal penayangan.

Lamaran akan ditinjau secara rolling basis, dan kandidat yang memenuhi kualifikasi dapat dihubungi sebelum batas akhir pendaftaran. Hanya kandidat yang masuk dalam daftar pendek yang akan dihubungi.

2020

Perjanjian ini ditandatangani antara Green Climate Fund (GCF) dan KEMITRAAN. Perjanjian ini meresmikan akuntabilitas KEMITRAAN dalam melaksanakan proyek-proyek yang disetujui oleh GCF.

 

Untuk diketahui, GCF adalah dana khusus terbesar di dunia yang membantu negara-negara berkembang untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan meningkatkan kemampuan mereka dalam merespons perubahan iklim.

 

Dana ini dihimpun oleh Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) pada tahun 2010. GCF memiliki peran penting dalam mewujudkan Perjanjian Paris, yakni mendukung tujuan untuk menjaga kenaikan suhu global rata-rata di bawah 2 derajat celsius.

2000-2003

KEMITRAAN memainkan peran krusial dalam mendukung pengembangan undang-undang untuk membentuk KPK. Hal ini diikuti dengan langkah mendukung Pemerintah dan DPR dalam memilih calon komisioner yang kompeten dan juga mendukung kelompok masyarakat sipil untuk mengawasi secara kritis proses seleksinya. Setelah komisioner ditunjuk, mereka meminta KEMITRAAN untuk membantu mendesain kelembagaan dan rekrutmen awal KPK, serta memainkan peran sebagai koordinator donor. Sangat jelas bahwa KEMITRAAN memainkan peran kunci dalam mendukung KPK untuk mengembangkan kapasitas dan strategi yang diperlukan agar dapat bekerja seefektif mungkin.

2016

Pada bulan Maret 2016, KEMITRAAN menerima akreditasi internasional dari Adaptation Fund. Dewan Adaptation Fund, dalam pertemuannya yang ke-27, memutuskan untuk mengakreditasi KEMITRAAN sebagai National Implementing Entity (NIE) dari Adaptation Fund. KEMITRAAN menjadi lembaga pertama dan satu-satunya lembaga Indonesia yang terakreditasi sebagai NIE Adaptation Fund di Indonesia.

2003

Pada tahun 2003, KEMITRAAN menjadi badan hukum yang independen yang terdaftar sebagai Persekutuan Perdata Nirlaba. Pada saat itu, KEMITRAAN masih menjadi program yang dikelola oleh UNDP hingga akhir tahun 2009. Sejak awal tahun 2010, KEMITRAAN mengambil alih tanggung jawab dan akuntabilitas penuh atas program-program dan perkembangannya.

1999-2000

Kemitraan bagi Pembaruan Tata Kelola Pemerintahan, atau KEMITRAAN, didirikan pada tahun 2000 setelah berlangsungnya pemilihan umum pertama di Indonesia yang bebas dan adil pada tahun 1999. Pemilu bersejarah ini merupakan langkah penting dalam upaya Indonesia keluar dari masa lalu yang otoriter menuju masa depan yang demokratis. KEMITRAAN didirikan dari dana perwalian multi-donor dan dikelola oleh United Nations Development Programme (UNDP) dengan mandat untuk memajukan reformasi tata kelola pemerintahan di Indonesia.

1999-2000

Kemitraan bagi Pembaruan Tata Kelola Pemerintahan, atau KEMITRAAN, didirikan pada tahun 2000 setelah berlangsungnya pemilihan umum pertama di Indonesia yang bebas dan adil pada tahun 1999. Pemilu bersejarah ini merupakan langkah penting dalam upaya Indonesia keluar dari masa lalu yang otoriter menuju masa depan yang demokratis. KEMITRAAN didirikan dari dana perwalian multi-donor dan dikelola oleh United Nations Development Programme (UNDP) dengan mandat untuk memajukan reformasi tata kelola pemerintahan di Indonesia.

2020

Perjanjian ini ditandatangani antara Green Climate Fund (GCF) dan KEMITRAAN. Perjanjian ini meresmikan akuntabilitas KEMITRAAN dalam melaksanakan proyek-proyek yang disetujui oleh GCF.

Untuk diketahui, GCF adalah dana khusus terbesar di dunia yang membantu negara-negara berkembang untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan meningkatkan kemampuan mereka dalam merespons perubahan iklim.

Dana ini dihimpun oleh Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) pada tahun 2010. GCF memiliki peran penting dalam mewujudkan Perjanjian Paris, yakni mendukung tujuan untuk menjaga kenaikan suhu global rata-rata di bawah 2 derajat celsius.