Rencana Strategis KEMITRAAN 2022–2026 disusun untuk memastikan organisasi tetap relevan dan efektif dalam merespons dinamika tata kelola yang terus berubah. Meskipun Indonesia telah mencatat kemajuan dalam reformasi, berbagai tantangan struktural masih mengemuka, mulai dari gejala kemunduran demokrasi, melemahnya gerakan antikorupsi, hingga menyempitnya ruang partisipasi publik. Kondisi ini menegaskan bahwa reformasi tata kelola memerlukan pendekatan yang adaptif, kolaboratif, dan berkelanjutan.
KEMITRAAN memandang bahwa tantangan tersebut tidak dapat dilepaskan dari konteks regional dan global, termasuk meningkatnya kecenderungan neo-otoritarianisme yang menguji ketahanan demokrasi. Oleh karena itu, Renstra ini juga menegaskan perluasan peran KEMITRAAN di tingkat Asia Tenggara dan global, sebagai bagian dari kontribusi Indonesia dalam memperkuat tata kelola demokratis dan berbagi praktik baik lintas negara.
Sebagai dokumen acuan, Renstra ini dirancang melalui proses yang komprehensif dan partisipatif, serta menjadi landasan bagi KEMITRAAN untuk terus menyatukan aktor, gagasan, dan sumber daya dalam mendorong perubahan yang sistemik. Kami mengapresiasi seluruh mitra yang telah berkontribusi, dan mengundang kolaborasi berkelanjutan untuk mewujudkan tata kelola yang lebih inklusif, transparan, dan akuntabel.