Perubahan iklim tidak hanya mengubah bentang alam, tetapi juga memengaruhi cara Masyarakat Adat menjalani kehidupan sehari-hari. Perubahan musim, menurunnya hasil hutan dan pertanian, hingga semakin sulitnya akses terhadap sumber daya alam membawa konsekuensi yang berbeda bagi perempuan adat. Dalam banyak komunitas, perempuan memegang peran penting dalam memastikan ketersediaan pangan, air, kesehatan keluarga, sekaligus menjaga pengetahuan lokal yang diwariskan lintas generasi. Karena itu, ketika lingkungan berubah, beban yang mereka hadapi juga ikut meningkat.
Riset ini mendokumentasikan pengalaman perempuan adat dalam menghadapi dampak perubahan iklim di wilayah dampingan Estungkara. Berangkat dari pengalaman mereka sendiri, publikasi ini menunjukkan bahwa perempuan adat bukan hanya kelompok yang terdampak, tetapi juga aktor penting yang memiliki pengetahuan, praktik, dan strategi adaptasi untuk menjaga keberlanjutan kehidupan komunitasnya. Temuan-temuan dalam riset ini diharapkan dapat memperkaya kebijakan dan aksi iklim yang lebih adil, inklusif, dan menghormati hak-hak Masyarakat Adat.