Rilis Pers

KEMITRAAN Invites Gen-Z to Campaign for Climate Change Action

The winners of Karisma Pekalongan’s Youth Competition pose for a group photo after receiving the award.

PEKALONGAN – KEMITRAAN (Partnership for Governance Reform) together with the Pekalongan City Government held the Grand Final of Karisma Pekalongan Award Night 2023. The event campaigning for climate change adaptation actions took place at the Howard Jhonson Hotel Pekalongan, Saturday (9/12/2023) night.

The Climate Change Adaptation Program is funded by the Adaptation Fund (AF). Pekalongan City Government, Central Java. The climate change adaptation action campaign was held in various competitions for young people or Generation Z with the theme of climate change, including speech, scientific work, poster and short film competitions.

Adaptation Fund Pekalongan Program Team Leader Andi Kiki said, this activity was highly appreciated by the young people of Pekalongan and its surroundings. This is evident from the enthusiasm of the participants of each competition, which totaled 100 participants.

“We believe that people in Pekalongan in particular and in Central Java in general already have adaptive behavior, or adapt to the current natural conditions, environment and climate. This is because climate change conditions in Pekalongan have occurred since 2000, 2006 until now, and it is our shared responsibility not only the Government, Sub-District Heads or Village Heads, this is one of the reasons why this event was held,” explained Andi Kiki.

According to him, this activity was initiated as a forerunner of the involvement of the youth generation in Pekalongan to spark wider awareness of the younger generation. Secondly, this competition is an awareness-raiser for the community to improve adaptive behavior in terms of knowledge, understanding or good behavior in facing climate change.

On the occasion, Pekalongan City Government Representative, Imron Rosidi, said that he really appreciated activities that involved the younger generation to raise awareness of climate change with better adaptive behavior.

He appreciated the partnership of one of the institutions that has attention to the issue of climate change adaptation. In addition, it also invites young people in Pekalongan City to increase their awareness of problems in their area.

“Through a series of competitions and activities, it is expected to create a good collaboration between the government, civil society and young people in solving problems caused by the impact of climate change in Pekalongan City,” he explained.

Each winner of the competition category is entitled to a prize in the form of coaching money, first place Rp 5 million, second place Rp 4 million, and third place Rp 2 million and an award certificate.

This article is excerpted from rri.co.id

https://www.rri.co.id/daerah/475797/gen-z-diajak-kampanyekan-aksi-adaptasi-perubahan-iklim#:~:text=Editor%3A%20sigit-,budi,-riyanto

2016

Pada bulan Maret 2016, KEMITRAAN menerima akreditasi internasional dari Adaptation Fund. Dewan Adaptation Fund, dalam pertemuannya yang ke-27, memutuskan untuk mengakreditasi KEMITRAAN sebagai National Implementing Entity (NIE) dari Adaptation Fund. KEMITRAAN menjadi lembaga pertama dan satu-satunya lembaga Indonesia yang terakreditasi sebagai NIE Adaptation Fund di Indonesia.

2020

Perjanjian ini ditandatangani antara Green Climate Fund (GCF) dan KEMITRAAN. Perjanjian ini meresmikan akuntabilitas KEMITRAAN dalam melaksanakan proyek-proyek yang disetujui oleh GCF.

 

Untuk diketahui, GCF adalah dana khusus terbesar di dunia yang membantu negara-negara berkembang untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan meningkatkan kemampuan mereka dalam merespons perubahan iklim.

 

Dana ini dihimpun oleh Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) pada tahun 2010. GCF memiliki peran penting dalam mewujudkan Perjanjian Paris, yakni mendukung tujuan untuk menjaga kenaikan suhu global rata-rata di bawah 2 derajat celsius.

2000-2003

KEMITRAAN memainkan peran krusial dalam mendukung pengembangan undang-undang untuk membentuk KPK. Hal ini diikuti dengan langkah mendukung Pemerintah dan DPR dalam memilih calon komisioner yang kompeten dan juga mendukung kelompok masyarakat sipil untuk mengawasi secara kritis proses seleksinya. Setelah komisioner ditunjuk, mereka meminta KEMITRAAN untuk membantu mendesain kelembagaan dan rekrutmen awal KPK, serta memainkan peran sebagai koordinator donor. Sangat jelas bahwa KEMITRAAN memainkan peran kunci dalam mendukung KPK untuk mengembangkan kapasitas dan strategi yang diperlukan agar dapat bekerja seefektif mungkin.

2003

Pada tahun 2003, KEMITRAAN menjadi badan hukum yang independen yang terdaftar sebagai Persekutuan Perdata Nirlaba. Pada saat itu, KEMITRAAN masih menjadi program yang dikelola oleh UNDP hingga akhir tahun 2009. Sejak awal tahun 2010, KEMITRAAN mengambil alih tanggung jawab dan akuntabilitas penuh atas program-program dan perkembangannya.

1999-2000

Kemitraan bagi Pembaruan Tata Kelola Pemerintahan, atau KEMITRAAN, didirikan pada tahun 2000 setelah berlangsungnya pemilihan umum pertama di Indonesia yang bebas dan adil pada tahun 1999. Pemilu bersejarah ini merupakan langkah penting dalam upaya Indonesia keluar dari masa lalu yang otoriter menuju masa depan yang demokratis. KEMITRAAN didirikan dari dana perwalian multi-donor dan dikelola oleh United Nations Development Programme (UNDP) dengan mandat untuk memajukan reformasi tata kelola pemerintahan di Indonesia.

2020

Perjanjian ini ditandatangani antara Green Climate Fund (GCF) dan KEMITRAAN. Perjanjian ini meresmikan akuntabilitas KEMITRAAN dalam melaksanakan proyek-proyek yang disetujui oleh GCF.

Untuk diketahui, GCF adalah dana khusus terbesar di dunia yang membantu negara-negara berkembang untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan meningkatkan kemampuan mereka dalam merespons perubahan iklim.

Dana ini dihimpun oleh Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) pada tahun 2010. GCF memiliki peran penting dalam mewujudkan Perjanjian Paris, yakni mendukung tujuan untuk menjaga kenaikan suhu global rata-rata di bawah 2 derajat celsius.

1999-2000

Kemitraan bagi Pembaruan Tata Kelola Pemerintahan, atau KEMITRAAN, didirikan pada tahun 2000 setelah berlangsungnya pemilihan umum pertama di Indonesia yang bebas dan adil pada tahun 1999. Pemilu bersejarah ini merupakan langkah penting dalam upaya Indonesia keluar dari masa lalu yang otoriter menuju masa depan yang demokratis. KEMITRAAN didirikan dari dana perwalian multi-donor dan dikelola oleh United Nations Development Programme (UNDP) dengan mandat untuk memajukan reformasi tata kelola pemerintahan di Indonesia.