Beranda / Proposal

Invitation to Tender – Construction Contractor for Climate Smart Agriculture (CSA) Greenhouse Development – Pekalongan City

Job Title:Construction Contractor for Climate Smart Agriculture (CSA) Greenhouse Development
Project:Adaptation Fund – The “Safekeeping-Surviving-Sustaining towards Resilience: 3S Approach to Build Coastal City Resilience to Climate Change Impacts and Natural Disasters in Pekalongan City, Central Java Province”
Date:May 15, 2026
Reference Number:ITT004/V/KMT/2026

Background

KEMITRAAN, through the Adaptation Fund (AF) Program in Pekalongan City, is implementing a program to strengthen food security and climate change adaptation through the development of urban agriculture based on Climate Smart Agriculture (CSA). One of the key activities is the construction of CSA Greenhouses within the intervention areas of the AF Pekalongan Program.

To support the implementation of this activity, KEMITRAAN invites qualified Construction Service Companies to participate in an Open Tender for the construction of CSA Greenhouses in Pekalongan City.

Work Location

The work locations are situated in 7 urban villages within the intervention areas of the Adaptation Fund Program in Pekalongan City, namely:

  • Kelurahan Degayu
  • Kelurahan Panjang Wetan
  • Kelurahan Panjang Baru
  • Kelurahan Kandang Panjang
  • Kelurahan Padukuhan Kraton
  • Kelurahan Krapyak
  • Kelurahan Pasirkratonkramat

A total of 8 CSA Greenhouse units will be constructed.

Scope of Work

The scope of work includes, but is not limited to:

  • Earthworks
  • Masonry and concrete works
  • Steel structure and roofing works
  • Installation, sanitation, and planting media works

Detailed specifications and requirements refer to the Tender Documents, Detailed Engineering Design (DED), Bill of Quantities (BoQ), Technical Drawings, and Technical Specifications.

Funding Source and Budget Ceiling

The funding is provided by the Adaptation Fund (AF) through the KEMITRAAN Program with a total budget ceiling of: IDR 1,048,000,000 (One Billion Forty-Eight Million Rupiah).

Bidder Qualifications

Tender participants must fulfill the following main requirements:

  • Possess a valid Business Entity Certificate (SBU);
  • Business Qualification: Small Enterprise
  • Classification/Service: BG009 – Construction Services for Other Building Structures;
  • Have key personnel as required in the Tender Documents;
  • Have experience in similar/relevant projects.

Participation Mechanism

Interested bidders are required to:

After the Qualification Form and administrative documents are received, the committee will send the Aanwijzing link via email to participants who meet the administrative requirements.

Tender Schedule

ActivityDate
Submission of Qualification Form & Administrative DocumentsiMay 25, 2026
Aanwijzing SessionMay 27, 2026
Deadline for Submission of Technical & Financial ProposalsJune 01, 2026
Other Provisions
The tender process will be conducted openly, transparently, and accountably;
KEMITRAAN reserves the right to accept or reject all or part of the proposals without obligation to provide any explanation;
All costs incurred during the tender process shall be borne by the participants.

2016

Pada bulan Maret 2016, KEMITRAAN menerima akreditasi internasional dari Adaptation Fund. Dewan Adaptation Fund, dalam pertemuannya yang ke-27, memutuskan untuk mengakreditasi KEMITRAAN sebagai National Implementing Entity (NIE) dari Adaptation Fund. KEMITRAAN menjadi lembaga pertama dan satu-satunya lembaga Indonesia yang terakreditasi sebagai NIE Adaptation Fund di Indonesia.

2020

Perjanjian ini ditandatangani antara Green Climate Fund (GCF) dan KEMITRAAN. Perjanjian ini meresmikan akuntabilitas KEMITRAAN dalam melaksanakan proyek-proyek yang disetujui oleh GCF.

 

Untuk diketahui, GCF adalah dana khusus terbesar di dunia yang membantu negara-negara berkembang untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan meningkatkan kemampuan mereka dalam merespons perubahan iklim.

 

Dana ini dihimpun oleh Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) pada tahun 2010. GCF memiliki peran penting dalam mewujudkan Perjanjian Paris, yakni mendukung tujuan untuk menjaga kenaikan suhu global rata-rata di bawah 2 derajat celsius.

2000-2003

KEMITRAAN memainkan peran krusial dalam mendukung pengembangan undang-undang untuk membentuk KPK. Hal ini diikuti dengan langkah mendukung Pemerintah dan DPR dalam memilih calon komisioner yang kompeten dan juga mendukung kelompok masyarakat sipil untuk mengawasi secara kritis proses seleksinya. Setelah komisioner ditunjuk, mereka meminta KEMITRAAN untuk membantu mendesain kelembagaan dan rekrutmen awal KPK, serta memainkan peran sebagai koordinator donor. Sangat jelas bahwa KEMITRAAN memainkan peran kunci dalam mendukung KPK untuk mengembangkan kapasitas dan strategi yang diperlukan agar dapat bekerja seefektif mungkin.

2003

Pada tahun 2003, KEMITRAAN menjadi badan hukum yang independen yang terdaftar sebagai Persekutuan Perdata Nirlaba. Pada saat itu, KEMITRAAN masih menjadi program yang dikelola oleh UNDP hingga akhir tahun 2009. Sejak awal tahun 2010, KEMITRAAN mengambil alih tanggung jawab dan akuntabilitas penuh atas program-program dan perkembangannya.

1999-2000

Kemitraan bagi Pembaruan Tata Kelola Pemerintahan, atau KEMITRAAN, didirikan pada tahun 2000 setelah berlangsungnya pemilihan umum pertama di Indonesia yang bebas dan adil pada tahun 1999. Pemilu bersejarah ini merupakan langkah penting dalam upaya Indonesia keluar dari masa lalu yang otoriter menuju masa depan yang demokratis. KEMITRAAN didirikan dari dana perwalian multi-donor dan dikelola oleh United Nations Development Programme (UNDP) dengan mandat untuk memajukan reformasi tata kelola pemerintahan di Indonesia.

2020

Perjanjian ini ditandatangani antara Green Climate Fund (GCF) dan KEMITRAAN. Perjanjian ini meresmikan akuntabilitas KEMITRAAN dalam melaksanakan proyek-proyek yang disetujui oleh GCF.

Untuk diketahui, GCF adalah dana khusus terbesar di dunia yang membantu negara-negara berkembang untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan meningkatkan kemampuan mereka dalam merespons perubahan iklim.

Dana ini dihimpun oleh Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) pada tahun 2010. GCF memiliki peran penting dalam mewujudkan Perjanjian Paris, yakni mendukung tujuan untuk menjaga kenaikan suhu global rata-rata di bawah 2 derajat celsius.

1999-2000

Kemitraan bagi Pembaruan Tata Kelola Pemerintahan, atau KEMITRAAN, didirikan pada tahun 2000 setelah berlangsungnya pemilihan umum pertama di Indonesia yang bebas dan adil pada tahun 1999. Pemilu bersejarah ini merupakan langkah penting dalam upaya Indonesia keluar dari masa lalu yang otoriter menuju masa depan yang demokratis. KEMITRAAN didirikan dari dana perwalian multi-donor dan dikelola oleh United Nations Development Programme (UNDP) dengan mandat untuk memajukan reformasi tata kelola pemerintahan di Indonesia.