Senior Grants Finance and Administration Officer

Unit:Grants Management Unit (GMU)
Location:Jakarta
Report to:Senior Grants Manager

About KEMITRAAN

KEMITRAAN Partnership for Governance Reform is a nationally anchored organization accredited as a National Implementing Entity (NIE) under the Adaptation Fund (AF) and as a Direct Access Entity (DAE) under the Green Climate Fund (GCF). These accreditations enable KEMITRAAN to directly access and manage climate adaptation finance in support of Indonesia’s national priorities, including the National Adaptation Plan (NAP), Enhanced NDC, and the Sustainable Development Goals (SDGs).

To ensure accountable and internationally compliant grant management, KEMITRAAN has established the Grants Management Unit (GMU), which oversees the full grant lifecycle—from funding dissemination and proposal development to fund disbursement, monitoring, and reporting.

Position Purpose

The Senior Grants Finance and Administration Officer is responsible for strengthening fiduciary systems and ensuring that grant financial management is carried out efficiently, transparently, and accountably in accordance with AF and GCF standards. The role focuses on financial oversight, fund disbursement processes, donor compliance, procurement coordination, and audit readiness.

Key Responsibilities

  • Manage and oversee grant financial operations, including budget analysis, expenditure monitoring, cash flow projections, and financial reconciliations.
  • Ensure all transactions comply with donor policies, government regulations, and internal SOPs.
  • Review supporting payment documents, cash and bank reports, and audit documentation.
  • Prepare periodic financial reports for management and donors and support internal and external audit processes.
  • Manage ERP/SAP-based grant tracking systems and ensure integration with AF/GCF portals.
  • Support proposal development processes, budget preparation, and project financial reporting.
  • Conduct partner due diligence, capacity assessments, and facilitate training related to fiduciary systems and donor compliance.
  • Coordinate with Finance and Procurement teams to ensure workflows comply with donor standards.
  • Integrate Gender Equality and Social Inclusion (GESI) principles into financial and procurement systems in line with AF/GCF policies.

Position Impact

This position contributes to strengthening financial transparency and accountability, enhancing audit readiness, improving the effectiveness of fund disbursement, and reinforcing institutional credibility in managing international climate finance.

Qualifications

Education

Minimum Bachelor’s degree in Finance, Accounting, Public Financial Management, Public Administration, Economics, or a related field. Professional certifications such as CPA, CMA, or training related to audit and donor compliance are considered an advantage.

Experiences

  • Minimum of 5 years of experience in grant management, donor-funded project finance, fiduciary management, administration, or procurement within international organizations or the development sector.
  • Proven experience in managing disbursements, budget monitoring, audit preparation, and the use of SAP or similar ERP systems.
  • Familiarity with international fiduciary standards and donor reporting mechanisms, particularly AF and GCF, is an advantage.

Technical Skills

  • Proficiency in SAP or similar ERP systems.
  • Advanced Microsoft Excel skills for budgeting and financial analysis.
  • Experience using cloud-based documentation systems and donor portals.

Language

Fluency in both written and spoken Bahasa Indonesia and English.

Interested candidates are invited to submit their application letter and CV through the link below no later than March 13, 2026.



Lamar Sekarang

2016

Pada bulan Maret 2016, KEMITRAAN menerima akreditasi internasional dari Adaptation Fund. Dewan Adaptation Fund, dalam pertemuannya yang ke-27, memutuskan untuk mengakreditasi KEMITRAAN sebagai National Implementing Entity (NIE) dari Adaptation Fund. KEMITRAAN menjadi lembaga pertama dan satu-satunya lembaga Indonesia yang terakreditasi sebagai NIE Adaptation Fund di Indonesia.

2020

Perjanjian ini ditandatangani antara Green Climate Fund (GCF) dan KEMITRAAN. Perjanjian ini meresmikan akuntabilitas KEMITRAAN dalam melaksanakan proyek-proyek yang disetujui oleh GCF.

 

Untuk diketahui, GCF adalah dana khusus terbesar di dunia yang membantu negara-negara berkembang untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan meningkatkan kemampuan mereka dalam merespons perubahan iklim.

 

Dana ini dihimpun oleh Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) pada tahun 2010. GCF memiliki peran penting dalam mewujudkan Perjanjian Paris, yakni mendukung tujuan untuk menjaga kenaikan suhu global rata-rata di bawah 2 derajat celsius.

2000-2003

KEMITRAAN memainkan peran krusial dalam mendukung pengembangan undang-undang untuk membentuk KPK. Hal ini diikuti dengan langkah mendukung Pemerintah dan DPR dalam memilih calon komisioner yang kompeten dan juga mendukung kelompok masyarakat sipil untuk mengawasi secara kritis proses seleksinya. Setelah komisioner ditunjuk, mereka meminta KEMITRAAN untuk membantu mendesain kelembagaan dan rekrutmen awal KPK, serta memainkan peran sebagai koordinator donor. Sangat jelas bahwa KEMITRAAN memainkan peran kunci dalam mendukung KPK untuk mengembangkan kapasitas dan strategi yang diperlukan agar dapat bekerja seefektif mungkin.

2003

Pada tahun 2003, KEMITRAAN menjadi badan hukum yang independen yang terdaftar sebagai Persekutuan Perdata Nirlaba. Pada saat itu, KEMITRAAN masih menjadi program yang dikelola oleh UNDP hingga akhir tahun 2009. Sejak awal tahun 2010, KEMITRAAN mengambil alih tanggung jawab dan akuntabilitas penuh atas program-program dan perkembangannya.

1999-2000

Kemitraan bagi Pembaruan Tata Kelola Pemerintahan, atau KEMITRAAN, didirikan pada tahun 2000 setelah berlangsungnya pemilihan umum pertama di Indonesia yang bebas dan adil pada tahun 1999. Pemilu bersejarah ini merupakan langkah penting dalam upaya Indonesia keluar dari masa lalu yang otoriter menuju masa depan yang demokratis. KEMITRAAN didirikan dari dana perwalian multi-donor dan dikelola oleh United Nations Development Programme (UNDP) dengan mandat untuk memajukan reformasi tata kelola pemerintahan di Indonesia.

2020

Perjanjian ini ditandatangani antara Green Climate Fund (GCF) dan KEMITRAAN. Perjanjian ini meresmikan akuntabilitas KEMITRAAN dalam melaksanakan proyek-proyek yang disetujui oleh GCF.

Untuk diketahui, GCF adalah dana khusus terbesar di dunia yang membantu negara-negara berkembang untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan meningkatkan kemampuan mereka dalam merespons perubahan iklim.

Dana ini dihimpun oleh Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) pada tahun 2010. GCF memiliki peran penting dalam mewujudkan Perjanjian Paris, yakni mendukung tujuan untuk menjaga kenaikan suhu global rata-rata di bawah 2 derajat celsius.

1999-2000

Kemitraan bagi Pembaruan Tata Kelola Pemerintahan, atau KEMITRAAN, didirikan pada tahun 2000 setelah berlangsungnya pemilihan umum pertama di Indonesia yang bebas dan adil pada tahun 1999. Pemilu bersejarah ini merupakan langkah penting dalam upaya Indonesia keluar dari masa lalu yang otoriter menuju masa depan yang demokratis. KEMITRAAN didirikan dari dana perwalian multi-donor dan dikelola oleh United Nations Development Programme (UNDP) dengan mandat untuk memajukan reformasi tata kelola pemerintahan di Indonesia.