Pemanfaatan Kemiri Menjadi Produk Home Industry di Desa Ranga

10 Mar 2022
Dok. Kemitraan

Indonesia terkenal akan hasil rempah-rempahnya. yang tidak hanya dimanfaatkan untuk bumbu dapur hingga membuat masakan terasa lezat dan nikmat, keanekaragaman rempah-rempah yang tumbuh di hutan juga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. Bahkan dapat menembus pasar dunia, seperti yang dilakukan masyarakat di Desa Ranga, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan.  

Tanaman kemiri tumbuh subur di Desa Ranga. Dulu, pemanfaatan kemiri hanya diambil untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan dijual ke antar desa. Masyarakat setempat saling berbagi peran di mana para bapak mengambil tanaman Kemiri di hutan, sedangkan para ibu yang mengolah Kemiri menjadi tiga macam produk, Kemiri Bulat, Keping dan Cangkang. 

Untuk menghasilkan satu karung Kemiri yang siap dipasarkan membutuhkan waktu cukup lama, yaitu sekitar 2-3 hari. Asrina Ketua KUPS (Kelompok Usaha Perhutanan Sosial) Sulo Datu’ bercerita, “Dulu ibu-ibu yang aktif mengolah Kemiri mudah terasa pegal (dan), punggungnya sakit karena prosesnya manual. Sekarang sudah menggunakan alat bantu mesin, jadi prosesnya lebih mudah dan cepat."

Pada hari Jumat 18 Februari 2022, industri rumahan kemiri di Desa Ranga (Sulawesi Selatan) resmi bekerjasama dengan CV Aromata Anugrah Sultan. Acara peluncuran ini dihadiri oleh berbagai pihak seperti perwakilan Bappelitbangda (Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah), Kepala KPH (Kesatuan Pengelola Hutan) Mata Allo dan Camat Enrekang. Hadir juga perwakilan KEMITRAAN dan Adaptasi Kapabel yang selama ini turut mendampingi KUPS Sulo Datu' dan Sulo Pallan di Desa Ranga. Acara ini menjadi titik awal kemiri hasil produk rumahan Desa Ranga akan diekspor ke Hongkong.

Asrina, sangat berharap home Industri ini dapat membantu perekonomian masyarakat dan terus dikembangkan, sehingga menjadi pusat produk Kemiri se-Kabupaten Enrekang.

Saim, Kepala Desa Ranga mengatakan, "Semoga ke depan akan terjalin kolaborasi antara Bumdes (Badan Usaha Milik Desa) dan Home Industry, sehingga dapat lebih meningkatkan perekonomian masyarakat dan memperluas jangkauan pasar."

Syamsudin dari Bappelitbangda juga sepakat bahwa produksi Kemiri dengan sistem Home Industri ini dapat menjadi upaya pemulihan ekonomi masyarakat di Desa Ranga.

Acara ini merupakan bagian dari program Adaptasi Masyarakat Untuk Pengelolaan Berbasis Pangan Hutan Di Ekosistem Daerah Aliran Sungai Saddang yang didukung oleh Adaptation Fund bekerjasama dengan KEMITRAAN dan Kapabel.  

Tonton video home industry kemiri di desa Ranga di sini.