Buku Desa Berencana Gabut Terjaga

19/04/2030

KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) menjadi serial bencana yang terus menghantui desa-desa di dalam dan sekitar ekosistem gambut sepanjang tahun 1997, 2014, 2015 hingga terakhir di tahun 2019. Kerugian secara materil hingga keselamatan masyarakat desa menjadi ancaman dari bencana karhutla dan asap yang berkelanjutan di setiap periodenya. Penyelesaian tentang bencana karhutla sering kali masih dilakukan secara reaktif dan menekankan ke aspek penanggulangan daripada pencegahan. Upaya penanganan karhutla hanya diturunkan dari tingkat nasional ke tingka pemerintah daerah di Kabupaten atau Kota. Padahal “Desa” sebagai unit sosial dan unit administratif terkecil menjadi otoritas paling tapak yang berhadapan dengan ekosistem gambut dan risiko karhutla di hutan dan lahan gambut. Salah satu kebijakan terbesar pemerintah dalam upaya “menjaga” lahan gambut adalah dengan dibentuknya Badan Restorasi Gambut (BRG) pada awal tahun 2016 silam, dan upaya melibatkan desa sebagai perancang dan aktor utama pencegahan karhutla melalui restorasi gambut telah dilakukan sejak empat tahun terakhir. 

 

Kemitraan bagi Pembaruan Tata Pemerintahan (the Partnership for Governance Reform) telah terlibat secara intensif pada Program Desa Peduli Gambut dalam perbaikan tata kelola gambut di lokasi prioritas restorasi gambut yang ditargetkan oleh Badan Restorasi Gambut. Bagaimana model tata kelola gambut dengan penguatan proses perencanaan pembangunan desa yang mampu mencegah bencana karhutla kembali berulang? 

DPG adalah kerangka penyelaras untuk program–program pembangunan yang ada di perdesaan gambut, khususnya di  dalam dan sekitar  areal  restorasi gambut. Program DPG meliputi kegiatan fasilitasi pembentukan kawasan perdesaan, perencanaan tata ruang desa dan kawasan perdesaan, identifikasi dan resolusi konflik, pengakuan dan legalisasi hak dan akses, kelembagaan untuk pengelolaan hidrologi dan lahan, kerja sama antar desa, pemberdayaan ekonomi, penguatan pengetahuan lokal, hingga kesiapsiagaan masyarakat desa dalam menghadapi bencana karhutla dan asap di ekosistem  gambut. Buku kisah pembelajaran Program DPG yang berjudul “Desa Berencana, Gambut Terjaga” ini merupakan rangkaian kisah pendampingan lebih dari 159 fasilitator desa yang telah ditugaskan pada 7 provinsi prioritas restorasi gambut sejak tahun 2017 hingga kini.

 

Buku ini mengulas kisah pembelajaran fasilitator desa mendampingi proses teknokratik merencanakan dan menganggarkan pembangunan desa berbasis Pengelolaan dan Perlindungan Ekosistem Gambut sejak tahun 2017-2020. Dialog tentang PPEG secara intensif antara fasilitator desa, masyarakat sipil dan pemerintah desa, menjadi hal yang terus hidup di tengah narasi restorasi gambut yang berkembang di desa-desa lokasi program. Pasca tiga tahun implementasi program, pendampingan perencanaan pembangunan desa menghasilkan transformasi arah pengelolaan ekosistem gambut sekaligus paradigma pencegahan karhutla yang ada di Indonesia saat ini. Aspek pencegahan karhutla dan pengarusutamaan PPEG menjadi hal yang penting dalam memperkuat tata kelola gambut di Indonesia hari ini, agar generasi Bangsa Indonesia tidak akan menjadi korban bencana asap dan karhutla di masa yang akan datang. Selamat Membaca !   

 

Buku Desa Berencana Gabut Terjaga dapat didownload di sini.