
Delapan tahun setelah berdirinya, Kemitraan merasa sebuah dukungan mendesak untuk mengunjungi kembali anggapan pembangunan berkelanjutan dalam progran-program tata pemerintahannya. Pembangunan berkelanjutan merupakan sebuah pendekatan yang menyeluruh bagi pengentasan kemiskinan – dengan kata lain, sebuah proses pembangunan yang membawa keadilan sosial dan kesetaraan, kelekatan sosial bersama dengan kebijakan-kebijakan pembangunan yang transparan yang mengakui mutu dan nilai dari sumber-sumber daya alam.
Kelompok program baru EEG akan mengarahkan program-programnya di mana lingkungan diakui sebagai sebuah aset berharga and modal pembangunan. Proyek-proyek mereka akan memusatkan perhatian pada pengelolaan kehutanan, dan perdagangan dan kebijakan yang menjawab tantangan Perubahan Iklim.
Tantangan-tantangan baru yang dibawa Perubahan Iklim juga telah mengancam pembangunan berkelanjutan. Kelompok program EEG setidaknya akan memeriksa biaya-biaya sosialnya jika bukan mengatasinya secara tepat and akan memusatkan perhatian pada akses terhadap sumber-sumber daya dan pemberdayaan usaha kecil dan menengah – termasuk akses terhadap pasar dan informasi.
Proyek-proyek yang ada saat ini termasuk:
- Program Kehutanan Multi-pemangku Kepentingan
- Ketahanan Pangan dan Kebijakan Perdagangan
- Pengembangan masyarakat dan pengelolaan sumber-sumber hutan
- Pelaksanaan persetujuan-persetujuan REDD pasca Bali
Pencapaian-pencapaian:
a. Departemen Kehutanan RI telah menargetkan untuk mengeluarkan lisensi bagi 400.000 hektar lahan pada Manajemen Kehutanan yang berbasis pada Komunitas di tahun 2009 dan 2,1 juta hektar untuk 2015
b. Memberdayakan Yayasan-yayasan Komunitas yang bergerak di bidang Tata Pemerintahan di sektor Kehutanan
c. Mensosialisasikan REDD kepada komunitas-komunitas yang menggantungkan hidupnya pada hutan.




