Kapasitas Kami

 

Monitoring & Evaluasi

Kemitraan telah terus memperkuat unit dan sistem Pemantauan dan Evaluasi (M&E). Kemitraan berorientasi untuk menciptakan dampak dengan melalui saling kerja sama, kemitraan sejajar, dan berfokus pada intervensi yang berkelanjutan. Kapasitas kelembagaan senantiasa dibangun, dalam hal Siklus Manajemen Proyek berdasarkan Hasil, pengukuran keberhasilan proyek, perencanaan multipihak, pembuatan indikator, dan penerapan standar pelaporan internasional.

Pada tingkat proyek, Kemitraan telah mengembangkan sebuah proyek berbasis web yang membantu Sistem Pelacakan Proyek (Project Tracking System/PTS) yang membantu proses M&E bagi para manajer dan staf program. Kunjungan lapangan secara langsung akan dilakukan oleh Staf M&E jika diperlukan selama berlangsungnya proyek. selama masa proyek berjalan. Kami juga menyediakan pelatihan bagi para mitra dan penerima hibah kami dalam pengelolaan siklus proyek.
 

Jaringan & Aliansi Kami

Salah satu kekuatan utama Kemitraan adalah aliansi, jaringan, dan cakupan geografisnya. Sejak tahun 2000, Kemitraan telah bekerja di 33 provinsi di Indonesia bekerja sama dengan 19 lembaga pemerintah pusat, 29 lembaga pemerintah daerah, 162 lembaga masyarakat sipil, 11 media, 33 lembaga riset dan universitas, 9 lembaga negara independen dan 3 lembaga swasta. Kemitraan juga bekerja sama dengan lembaga internasional seperti TIRI-Making Integrity Work, Nordic Consulting Group (NGC), UNDP, Bank Dunia dan ADB dalam melaksanakan proyek dan berbagai lembaga manajemen internasional seperti Chemonics, Coffey International, GRM International, RTI dan ARD dalam rancang dan pengembangan program.
 

Geographical Coverage


 

Manajemen Keuangan

Kemitraan ini dilengkapi dengan teknologi dan sistem pendukung terbaru. Kami menerapkan PSAK 45, standar akuntansi untuk organisasi nirlaba di Indonesia, yang sesuai dengan standar internasional.

Pada tahun 2009, Kemitraan menyalurkan lebih dari USD 8,27 juta untuk mendanai pelaksanaan program di bidang demokratisasi, pelayanan publik, keamanan dan keadilan, dan program tata pemerintahan ekonomi dan lingkungan. Biaya operasional kantor berbanding total penyaluran terus menurun dari 10,3% pada tahun 2008 menjadi hanya 8,5% pada tahun 2009. Ini adalah penurunan yang signifikan dari lebih dari 25% pada tahun 2006 dan 18% pada tahun 2007. Dengan operasi yang lebih efisien, persentase dana yang dialokasikan untuk program meningkat menjadi lebih dari 90% dari total dana yang dikelola.

Sebagian besar dana yang dimobilisasi pada tahun 2009 telah diterima langsung dari para donor (84% dari total dana) dan sekitar 16% dari dana tersebut masih disalurkan melalui UNDP. Namun, ini adalah peningkatan yang signifikan dari hanya 37% pada tahun lalu. Angka ini menunjukkan bahwa donor memiliki keyakinan penuh dalam Kemitraan dan kemampuannya untuk beroperasi secara independen setelah perjanjian proyek antara UNDP dan Bappenas tentang dukungan terhadap reformasi tata pemerintahan di Indonesia berakhir pada tahun 2009.
 

Promosi Hak Asasi Manusia

Pada pertengahan 2009, Dewan Eksekutif merampingkan struktur organisasi. Hal ini menyebabkan pengurangan besar di bagian personalia. Namun, tingkat kualifikasi staf meningkat, begitu juga persentase staf perempuan.

Kategori Staf
2009 2008 2007
Staf Utama 33 47 53
Staf Proyek 46 62 51
Total 79 109 104
Kualifikasi 2009 2008 2007
Gelar Master 12 8 29
Gelar PhD 9 5 6
Staf Perempuan - Persen dari Total 44.3 41 38.2

 

Akuntabilitas

Kemitraan memiliki kontrol internal yang kuat yang telah divalidasi oleh auditor negara dan kantor akuntan independent terkemuka. Selama 5 tahun terakhir, Kemitraan menerima hasil audit tahunan “Unqualified” dari KAP BDO Tanubrata Sutanto dan Partners, KAP Richard Risambessy dan Partners, KAP Syarief Basir dan Partners, dan yang terakhir memperoleh hasil “Qualified” dalam Daftar Periksa Penilaian Kapasitas Organisasional (Checklist for Organizational Capacity Assessment/COCA) yang dilakukan oleh Kantor Akuntansi Internasional Mazars (Moores dan Rowland) pada tahun 2009, yang mencerminkan pengelolaan program yang lebih bertanggung gugat.

Dalam hal transparansi, Kemitraan telah menghasilkan berbagai macam informasi sebagai bagian dari komitmennya terhadap tata kelola perusahaan yang baik:

  • Sebuah Laporan Tahunan kepada Teman Serikat, Dewan Eksekutif dan masyarakat yang berisi penilaian prestasi kami.
  • Laporan keuangan dan naratif tentang pelaksanaan proyek kepada Bappenas, UNDP dan para donor kami.
  • Audit keuangan tahunan oleh lembaga audit independen.
  • Penilaian eksternal program-program Kemitraan.
  • Pembaruan situs web secara teratur.
  • Berbagai laporan individu, presentasi, dan video yang mendokumentasikan kemajuan dan hikmah pelajaran di berbagai area kunci.
  • Sebuah buletin triwulanan, brosur, buku dan bahan lainnya bagi masyarakat luas.
     

Teknologi

Kemitraan memiliki aplikasi TI yang lengkap termasuk sistem pelacakan proyek, piranti lunak akuntansi Sunsystem, sistem sumber daya manusia Orange dan manajemen sistem sistem keuangan untuk penerima hibah. Selain itu, Kemitraan memiliki sebuah arsip laporan dan buku yang terkatalog dan dalam bentuk digital yang tersedia dalam sebuah pangkalan data on-line. Kantor pusat di Jakarta memiliki ruang yang memadai bagi staf, sebuah perpustakaan dan ruang pertemuan.
 

Pusat Sumber Daya Tata Pemerintahan

Hasil dari dua tahun penelitian yang ketat, Indeks Tata Pemerintahan Kemitraan (PGI) telah diluncurkan pada tahun 2009, dan telah menciptakan wacana tata pemerintahan yang lebih tepat baik pada tingkat nasional dan internasional.

Di tingkat internasional UNDP Oslo Governance Centre (Pusat Tata Pemerintahan Oslo UNDP) telah mengakui metodologi yang kuat dan proses penilaian partisipatif yang digunakan oleh PGI, dan Kemitraan diundang ke Mesir untuk menyajikan metodologi dan pengalaman mereka dalam membangun PGI ke beberapa negara Afrika.

Pada tingkat nasional, PGI sekarang telah digunakan oleh dosen-dosen universitas untuk memberi kuliah di kelas, dan PGI telah direferensikan oleh para pemimpin pemerintahan.

GRC juga telah mengembangkan KNKG/Proyek Kemitraan dalam Mengoptimalkan Penghargaan dan Sistem Praktik Terbaik, Model BP tersebut telah diakui dan diterima dengan baik oleh kedua donor dan para pemangku kepentingan sebagai sumber penting – terutama di sektor pendidikan dan Depdagri dalam rancangan keputusan menteri tentang praktik terbaik, Bank Dunia Jakarta, dan para donor lainnya.