Perempuan Menyemai Gambut, Menghalau Karhutla

21 May 2021
Perempuan Menyemai Gambut, Menghalau Karhutla

Ekosistem hutan dan rawa gambut adalah kekayaan bangsa Indonesia. Keberadaannya memberikan sejuta manfaat dan juga tanggungjawab untuk menjaganya. Dalam kondisi yang baik, ekosistem gambut menjalankan fungsi tata air yang memungkinkan basah gambut untuk tetap basah, sehingga ekosistem yang ada di atasnya dapat hidup, namun tidak tergenang berlebihan dan mengakibatkan banjir.

Bagi perempuan-perempuan desa gambut, ekosistem hutan dan rawa gambut merupakan bagian dari ruang hidup dan jelajah yang setiap harinya menyediakan sumber pangan yang kaya protein, dan energi bagi keluarga. Di Kabupaten Mappi, provinsi Papua, sewaktu pagi banyak mama-mama, sebutan kaum ibu di Papua, pergi naik perahu menyusuri sungai yang membelah hutan gambut. Mereka memasang jaring ikan. Pagi berikutnya mereka turun lagi ke sungai sekitar rawa, lalu memeriksa dan mengangkat jaring. Setelah mengambil ikan yang terjaring, mereka akan menaruh kembali jaring itu.

Sementara itu di desa Tanjung Taruna, provinsi Kalimantan Tengah, yang terletak di sisi sungai Mahakam, kaum perempuannya ikut mencari ikan-ikan kecil yang ada di pinggir-pinggir sungai, seperti jenis sepat, tirai dan seluang saat air naik. Dan di desa Buntoi, provinsi Kalimantan Selatan, tanaman purun yang tumbuh liar di rawa gambut menjadi bahan baku anyaman perempuan Banjar.

 

Ikuti cerita-cerita lengkapnya di buku ini.