Data Sebagai Modal Membangun Desa

82

Banyumas, (27-28 Maret 2017). Kemitraan bersama BKAD Semadya dan Desa se-Kecamatan Kedungbanteng, Banyumas, Jawa Tengah melaksanakan pelatihan pengukuran Baseline dengan tema Berdaulat Dalam Data Untuk Membangun Desa Baru.

Kegiatan pelatihan yang dilaksanakan di gedung olah raga Desa Karang Nangka selama dua hari dihadiri oleh 40 peserta yang mewakili 14 Desa, antara lain; Desa Kali Kesur, Keniten, Bocoran, Basen, Karang Salam Kidul, Karang Nangka, Windu Jaya, Kali Salak, Karang Nangka, Beji, Wlahar Wetan dan Datar.

Pelatihan dibuka oleh Bapak Khaerudin, Kepala Desa Melung. Dalam sambutannya beliau menyebut pentingnya mengukur desa, dan terpenting lagi mengukur kinerja kepala desa dari tahun ke tahun sebagai bagian dari akuntabilitas kinerja kepada masyarakat yang telah memberikan amanah dan kepercayaan.

“Semangat tinggi akuntabilitas, akan menjaga dana desa dari penyelewengan dan penyalahgunaan.” Terang Khaerudin.

Sementara itu pada sesi pemaparan, Hery Sulistio yang merupakan pakar dalam penyusunan penelitian Baseline dari lembaga Kemitraan menjelaskan bahwa selama ini belum ada evaluasi kinerja pembangunan yang dilakukan oleh desa, masih terbatas evaluasi rencana pembangunan dan rencana penggunaan anggaran. Padahal evaluasi kinerja sangat penting untuk melihat sejauh mana pembangunan, pemberdayaan dan pembinaan yang telah dilakukan aparat desa kepada masyarakatnya.

Desa menurut Hery dapat diukur, misalnya dalam mengukur kinerja salah satu unsur terpenting desa yakni Kepala Desa. Pengukuran harus dilihat secara komprehensif, dari siklus perencanaan/penganggaran, proses, hingga monitoring dan evaluasi program yang dilaksanakan.

Pelatihan baseline menurut Hery menjadi titik awal desa untuk berdaulat dalam data dan pada akhirnya dapat mempercepat proses kesejahteraan masyarakat desa melalui pembangunan yang tepat sasaran, sesuai dengan kebutuhan riil masyarakatnya.

Hery juga menyebut bahwa Baseline yang akan disusun oleh desa-desa tidak menjadi pesaing bagi Indeks desa yang sudah ada, justru akan memperkaya.

“Baseline memperkaya Indeks Desa Membangun (IDM), karena IDM mengukur program-program yang dilaksanakan oleh Kementerian Desa, sementara baseline mengukur program desa di desa.” Terang Hery.