What is this? From this page you can use the Social Web links to save Membangun Kembali Kehidupan Masyarakat Padang Pariaman to a social bookmarking site, or the E-mail form to send a link via e-mail.

Social Web

E-mail

E-mail It
April 23, 2010

Membangun Kembali Kehidupan Masyarakat Padang Pariaman

Posted in: Kegiatan dalam Fokus, Kegiatan Partnership

GroundBreakingCeremony.jpg

Padang Pariaman, Kemitraan - Program pembangunan kembali sekolah dan puskemas tidak hanya untuk membantu masyarakat kembali ke kehidupan normal dengan tersedianya fasilitas pendidikan dan kesehatan, namun program ini juga bertujuan untuk mendorong pembangunan yang berkelanjutan dan untuk memperkuat praktik-praktik tata pemerintahan yang baik, demikian ungkap Direktur Eksekutif Kemitraan bagi Pembaruan Tata Pemerintahan (Kemitraan), Wicaksono Sarosa pada acara Peletakan Batu Pertama Rekonstruksi SDN 10 Sungai Limau, Padang Pariaman, Selasa (20/4/2010). Acara ini menandai dimulainya pembangunan kembali SDN 10 Sungai Limau serta sebuah Puskesmas di Lubuk Alung, Padang Pariaman.

Kegiatan pembangunan kembali ini merupakan bagian dari program kerjasama “Integrated Recovery Program in Padang Pariaman West Sumatera” antara AXIS dengan Kemitraan. Berawal dari kesamaan visi dan misi, AXIS bersepakat untuk bekerjasama dengan Kemitraan dalam proyek rekonstruksi terpadu pasca gempa di Kabupaten Padang Pariaman. AXIS dan Kemitraan melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) kerjasama pada tanggal 29 Januari 2010 dan dipertegas dengan penandatanganan Project Agreement pada tanggal 25 Februari 2010.

“Pembangunan kembali sekolah dan puskesmas tidak dapat hanya diartikan sebagai pembangunan sebuah fasilitas secara (fisik) tetapi juga pembangunan manusia dari sisi pendidikan dan kesehatan,” ungkap Wicaksono.

Presiden dan CEO AXIS untuk Indonesia, Erik Aas dalam siaran persnya menyatakan bahwa proses rekonstruksi sekolah ini akan memakan waktu sekitar empat bulan dengan menggunakan teknik bangunan tahan gempa hingga dua kali lipat dari maksimal gempa yang pernah terjadi. Dia menjelaskan lebih jauh bahwa sekolah yang baru yang memiliki luas sekitar 600 meter persegi ini serta akan memiliki beberapa fasilitas baru seperti ruangan khusus untuk sholat, perpustakaan, ruang guru, dan ruang olahraga. Tak hanya itu, kamar kecil bagi murid dan guru akan menjadi satu-satunya di Padang Pariaman yang menggunakan bio-septic tank dan ramah lingkungan.

“Dengan membangun kembali sarana pendidikan, kami berharap dapat meningkatkan kehidupan para siswa dan membantu masyarakat untuk meraih kembali pijakan mereka demi mempersiapkan masa depan,” ungkap Aas. “Kami merencanakan para siswa dapat kembali bersekolah di sekolah yang lebih baik pada tahun ajaran baru di bulan Juli 2010,” lanjutnya.

Selain pembangunan kembali sekolah dan puskesmas AXIS dan Kemitraan akan mengadakan pelatihan mengenai kesiapan menghadapi bencana dan mengenai “Air, Sanitasi, dan Higienitas” atau WASH (Water, Sanitation and Hygiene) bagi murid-murid sekolah dasar dan masyarakat sekitar. Dari aspek tata kelola penanganan bencana, Kemitraan akan mendorong dimasukkannya pemahaman atau prinsip-prinsip kesiapan menghadapi bencana ke dalam kurikulum pendidikan dasar. Selanjutnya, Kemitraan akan membantu pemerintah dengan melibatkan masyarakat untuk mengembangkan program penanggulangan resiko bencana, yang sejalan dengan prinsip-prinsip good governance dan gender. Program-program ini akan didorong agar bisa masuk dalam Rencana Kerja Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dan APBD tahun 2011.


Return to: Membangun Kembali Kehidupan Masyarakat Padang Pariaman